Bagaimana Budidaya ikan tuna bagi pemula?

Foto : kuliah-ikan.blogspot.com

Budidaya ikan tuna salah satu cara yang populer yang dapat digunakan untuk menyelamatkan spesies-species ikan langka, dalam hal ini ikan tuna sirip biru, adalah dengan cara budidaya. Budidaya ikan karnivora, seperti ikan salmon dan ikan tuna, kurang begitu ekonomis dibandingkan dengan budidaya ikan-ikan jenis omnivora, seperti ikan nila. Akan tetapi dengan meningkatnya permintaan akan jenis ikan karnivora populer ini, menjadikan budidaya ikan jenis ini dapat memberikan keuntungan, meskipun pada prakteknya budidaya ini sering menemui kendala dalam hal pemenuhan pakan hidup (pakan segar). Satu ekor ikan tuna sirip biru, yang di alam sudah semakin jarang ditemukan, dijual untuk kebutuhan sushi di pasaran Jepang dengan harga ribuan dolar.
Cara Budidaya Ikan Tuna :

1) Tentukan metode dan media budidaya ikan tuna yang akan digunakan. Apakah akan menggunakan keramba jaring apung atau jaring tancap, kolam tanah, kolam sistem tertutup atau resirkulasi. Ikan tuna biasanya dibudidayakan di jaring tancap, yaitu kolam dari jaring yang ditancapkan di dasar dengan jarak beberapa meter dari pantai. Tetapi budidaya ikan tuna dapat juga dilakukan di dalam kolam dengan sistem resirkulasi. Pada kolam dengan sistem resirkulasi tertutup, memungkinkan ikan tuna tidak dapat meloloskan diri dan budidaya tidak akan mencemari lingkungan luar dengan sampah, parasit dan penyakit. Salah satu kendala dari budidaya sistem resirkulasi ini adalah kebutuhan akan listrik dan biayanya yang tinggi.

2) Kumpulkan Benih Tuna dari Alam. Umumnya benih ikan tuna yang akan dipelihara diperoleh dari penangkapan di alam, yang kemudian dibesarkan di kolam budidaya dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan “lemak”nya (di Jepang disebut “toro”) untuk membuat ikan tuna menjadi lebih lezat. Untuk sementara hanya jenis tuna sirip biru yang benihnya berasal dari induk yang dipelihara di kolam penangkaran. Sudah banyak kemajuan dalam pengembangan budidaya tuna sirip biru secara penuh, tetapi biaya produksi untuk budidaya ikan ini masih sangat tinggi.

3) Pemberian Pakan Tuna Budidaya ikan tuna yang layak membutuhkan sekitar 2.000 bibit ikan setiap periode budidaya, dan ikan-ikan ini mengkonsumsi beberapa ton pakan. Ikan tuna adalah jenis ikan karnivora dan memakan ikan jenis lainnya, umumnya jenis ikan pilchard, sarden, ikan haring dan ikan teri (anchovy). Ikan-ikan jenis ini memiliki kandungan lemak yang tinggi.

4) Panen Ikan Tuna. Panen ikan tuna biasanya dilakukan dengan cara pekerja panen turun ke dalam keramba jaring tancap dan melemparkan ikan-ikan yang tertangkap ke dalam perahu kecil yang disediakan, sampai ikan di kolam tersisa sedikit dan sulit untuk ditangkap. Pekerja panen yang berada di tepi kolam kemudian memanen sisa ikan tuna secara konvensional menggunakan pancing (rawai tuna).

Sumber: https://kuliah-ikan.blogspot.com/2012/05/budidaya-ikan-tuna.html

Ini perbedaan ikan tuna, cakalang dan tuna bagi kalian yang belum memahami perbedaannya.

Skipack Seafood – Sama-sama merupakan ikan laut, ikan tuna, tongkol, dan cakalang memiliki persamaan dan perbedaan. Ketiga jenis ikan ini pun banyak diolah dan menjadi hidangan lezat nusantara.
Berikut ini beberapa hal yang membedakan tiga jenis ikan tersebut.

foto : freepik.com

Dari segi penampilan, ikan tuna, tongkol, dan cakalang dapat dibedakan dari warna dan ukuran tubuhnya. Ketiganya memang memiliki penampilan yang mirip.

Ikan tuna berwarna perak di seluruh tubuhnya. Ciri ikan tuna adalah garis hitam di bagian atas. Daging ikan tuna berwarna merah muda. Dibandingkan tuna, ikan cakalang memiliki penampakan yang tak jauh berbeda. Bentuk tubuh tuna dan cakalang hampir mirip, tetapi warna kulit ikan cakakang lebih gelap dan ada garis hitam membentang pada tubuhnya.

Di sisi lain, ikan tongkol memiliki warna tubuh yang paling berbeda, yakni biru metalik. Ikan tongkol juga memiliki garis hitam yang mirip seperti ikan cakalang, tetapi garis ini tidak setebal garis yang ada pada ikan cakalang.

Ukuran ketiga jenis ikan ini juga berbeda. Ikan tuna dewasa yang diambil dari laut lepas dapat mencapai berat 35—350 kilogram. Berat ini cukup masuk akal bagi ikan tuna karena bayi ikan tuna saja dapat mencapai berat hingga 5 kilogram.

Ikan tongkol dan ikan cakalang yang ditangkap nelayan dari laut hanya seberat bayi ikan tuna. Namun, ukuran ikan tongkol masih lebih kecil daripada ikan cakalang. Ikan tongkol dewasa panjangnya hanya mencapai 60 cm. Karena kemiripan kedua jenis ikan ini, ikan cakalang kadang dijuluki sebagai ikan tongkol putih.

Dari segi rasa dan tekstur, ketiga jenis ikan ini dapat dibedakan dengan cukup mudah. Ikan tuna memiliki tesktur daging yang paling halus dan lembut. Selain itu, rasanya juga lebih enak. Ikan cakalang memiliki tekstur daging yang tidak begitu halus, tetapi tidak sekasar ikan tongkol.

Di antara tiga jenis ikan ini, ikan tongkol memiliki tekstur yang paling kasar. Bahkan, ikan tongkol memberikan sensasi gatal di tenggorokan bagi beberapa orang yang sensitif terhadap daging ikan tongkol ini.